Dinda memejamkan mata. Aku mulai mengelus rambut panjangnya yang masih sedikit lembap. Kami berdua diam. Hanya suara jangkrik dan sesekali suara motor dari kejauhan.
“Serem amat ya, mas. Sepi kayak gini,” ujar Dinda sambil melirik ke kiri-kanan.
Aku tertawa kecil. “Nggak lah. Maksudku nyepong dalam arti manja. Kayak dulu pas awal pacaran. Kamu suka nyender di pangkuanku sambil aku usap rambutmu.” Minta Pacar Nyepong di Taman Kota Mumpung Lagi Sepi - INDO18
Dinda terkesiap. Pipinya yang dingin langsung merona. “A—apa? Di sini? Mas gila ya?”
Setengah jam kemudian, Dinda bangkit dan mengecup pipiku cepat. Dinda memejamkan mata
“Bukan begitu,” aku coba meluruskan nada bicara. “Maksudku, kita udah lama nggak quality time . Aku cuma butuh… pelukan kamu. Sentuhan kamu. Yang bikin aku lupa semua penat.”
“Deal,” jawabku cepat.
“Din… kamu mau… nyepongin aku? Di sini? Mumpung lagi sepi.”